WA 081217927933  BBM D4D19070 LINE @ajc4413v

Seputar Clodi

 

  • Perbandingan Merek & Type Clodi

 

 

  • 6 ALASAN PENTING, KENAPA HARUS BERALIH KE CLOTHDIAPER/POPOK MODERN

Kesadaran akan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan membuat banyak orangtua kembali memberikan popok kain untuk bayi mereka. Popok kain memang tidak sepraktis popok sekali buang, namun menyimpan banyak manfaat yang lebih besar. Kulit dan pori-pori bayi sangat rapuh, karena kulit menyerap apa saja yang menempel di sana. Anda tahu kan, mengapa bayi sering mengalami iritasi ketika mengenakan popok sekali buang? Hal ini tidak akan terjadi ketika bila si kecil mengenakan popok kain. Untuk Anda yang belum yakin mengapa harus beralih menggunakan popok kain, berikut beberapa alasan di antaranya:

  1. Popok kain saat ini sudah jauh lebih praktis. Tidak seperti popok kain jaman kita masih bayi yang hanya berupa lembaran kain putih dengan tali, popok kain saat ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan orangtua modern. Anda tak perlu lagi mengkhawatirkan peniti atau tali yang mengikatnya. Anda juga bisa menemukan popok kain dalam berbagai warna dan motif yang lucu.
  2. Lebih nyaman dan sehat untuk bayi. Popok sekali buang mengandung banyak bahan kimia, termasuk klorin yang bisa menyebabkan bayi mengalami ruam popok. Hal ini tidak terjadi pada popok kain, yang membuat bayi merasa lebih nyaman, lebih menyerap, dan membuat sirkulasi udara lebih mudah. Popok kain juga tidak menggunakan perekat dari plastik yang bisa menyebabkan iritasi, atau membuat kulit bayi lecet.
  3. Banyak pilihan. Saat ini sudah banyak produk popok kain impor maupun lokal, yang harganya tentu dapat disesuaikan dengan budget Anda. Jika Anda belum siap untuk menyediakan popok kain 100 persen, Anda bisa memilih yang terbuat dari bahan hybrid. Produk keluaran Charlie Banana, misalnya, ada yang menggunakan reusable insert dan disposable insert. Jadi, bila memilih yangdisposable insert ini, lapisan penampungnya ini bisa dibuang bila sudah penuh.
  4. Mudah dibersihkan. Banyak orangtua yang masih risih membersihkan kotoran bayi pada popoknya. Namun, yakinkan diri Anda sekali lagi, bahwa ini merupakan pengalaman unik dengan menjadi orangtua. Karenanya, jangan terlalu mengkhawatirkannya. Begitu Anda membuang kotorannya, dan memasukkan popok kain ke dalam mesin cuci, Anda bisa mencuci bersih popok tersebut. Menggunakan popok kain juga akan menyiapkan Anda untuk melatih anak potty training. Hasil studi menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan popok kain akan belajar buang air di toilet lebih cepat.
  5. Membantu mengurangi sampah tak terurai. Bila Anda ingin menjadi orang yang lebih sadar lingkungan, menggunakan popok kain akan sangat membantu. Seorang anak akan membutuhkan sekitar 6.000 popok sekali buang hingga umur 24 bulan, yang sama nilainya dengan satu ton sampah. Dan, popok sekali buang membutuhkan 500 tahun untuk terurai. Hitung pula berapa kantong plastik yang diperlukan untuk membungkus popok ketika akan dibuang.
  6.  Anda belum benar-benar bergaya hidup "hijau" sebelum menggunakan popok kain.Semakin banyak orangtua yang ingin menerapkan gaya hidup eco-green, dari mengolah makanan organik untuuk bayi, hingga menggunakan produk perawatan bayi yang ramah lingkungan. Namun entah kenapa dalam urusan popok, banyak orangtua yang tidak mempermasalahkan bayi mereka mengenakan popok sekali buang yang penuh bahan kimia selama 2 tahun, 24 jam sehari.

sumber:

kompas.com

 

  • Dampak Penggunaan Disposable Diaper(Diaper Sekali Pakai) Bagi Kesehatan dan Lingkungan

    Sebagai calon orang tua,  salah satu yang perlu anda putuskan adalah apakah buah hati anda kelak akan menggunakan disposable diaper ataukah cloth diaper. Apa yang anda putuskan akan memberikan dampak baik dari segi kesehatan maupun finansial, sebab bayi anda akan menghabiskan 25.000 jam bersama diaper dan butuh 6.000 kali penggantian pada tahun pertamanya. Artikel ini akan membahas kandungan kimia yang terdapat pada disposable diaper yang tentunya dapat memberikan efek yang tidak sedikit bagi buah hati anda, semoga bermanfaat.

     

    Disposable diaper atau popok sekali pakai  terdiri dari bahan-bahan kimia berbahaya, di antaranya adalah Sodium Polyacrylate. Sodium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang hebat, bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada lapisan dalam disposable diaper memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari beratnya di dalam air. Bahan kimia inilah yang mengubah cairan menjadi gel yang akan menempel di kulit bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu, bahan ini juga dicurigai sebagai biang keladi iritasi kulit dan demam. Ketika disuntikkan pada tikus percobaan menimbulkan hemorhage, kegagalan kardivaskuler, bahkan kematian. Anak-anak bisa terbunuh jika menelan 5 gram Sodium Polycrylate. Selain itu, bahan ini juga merusak daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan para pekerja pabrik yang memproduksinya.

    Bahan kimia lain yang berbahaya adalah dioxinDioxin dihasilkan dari proses produksi pemutih kertas. Sementara itu proses produksi disposable diaper menggunakan dioxin dalam bentuk gas klorin. Dalam artikel yang berjudul “Whitewash; Exposing the health and environmental dangers of woman’s sanitary product and dsposable diaper - what you can do about it”, Liz Amstrong dan Adrienne Scott menyatakan kebanyakan industri kertas melakukan proses pemutihan dengan menggunakan pulp whiter daripada klorin. Penyebabnya tak lain adalah bahan kimia yang termasuk dalam organoklorin (termasuk di dalamnya dioxin) ini sangat beracun dan bersifat persisten (menetap dalam tubuh).

    Tributyl Tin (TBT) juga termasuk bahan yang digunakan dalam produksi disposable diaper. Bahan kimia ini selain menyebabkan pencemaran lingkungan juga di samping sangat beracun. Penyebarannya bisa melalui kulit, jadi bisa dibayangkan tingkat bahayanya kalau kulit bayi yang sensitif memakai diaper yang mengandung TBT. Karena saking beracunnya bahan kimia ini dalam konsentrasi yang sangat kecil pun bisa mengakibatkan gangguan hormon disamping mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tak tanggung-tanggung, orangtua yang memiliki bayi laki-laki perlu waspada karena bahan ini bisa menyebabkan kemandulan . Ginny Caldwell dalam artikelnya yang berjudul "Diapers, Disposable or Cotton?", menyatakan bahwa kerusakan dalam sistem saraf pusat, ginjal dan lever bisa disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam disposable diaper.

    Pada tahun 1999 The Archive of Environtmental Health melaporkan sebuah studi yang dilakukan oleh Anderson Laboratories. Dalam studi tersebut mereka membuka kemasan diaper lalu meletakkannya di dekat tikus-tikus percobaan. Tikus-tikus yang terekspos diaper tersebut menderita bronchoconstriction yang menyerupai serangan asma. Tak hanya itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami iritasi mata, kulit dan tenggorokan. Di dalam sebuah ruangan yang luas sekalipun emisi dari disposable diaper cukup mampu membuat tikus-tikus ini terserang asma. Bahan kimia yang ditemukan dalam disposable diaper yang mampu menyebabkan iritasi tenggorokan antara lain tolune, xylene, ethylbenzene, styrene, dan isopropylbenzene.

    Tentu saja berbeda dengan popok kain yang terkenal aman karena tidak mengandung bahan kimia. Tikus-tikus percobaan tidak mengalami gangguan pernafasan seperti tikus-tikus yang terkena emisi diaposable diaper. Jadi sekarang saatnya mempertimbangkan lagi penggunaan disposable diaper supaya bayi aman dari efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh disposable diaper.

    Studi sains yang dilakukan Kiel University Jerman pada tahun 2000 mengindikasikan kemandulan pria dengan meluasnya penggunaan disposable diaper yang menyebabkan suhu daerah testis lebih panas daripada suhu badan. Ini merupakan faktor yang signifikan terhadap menurunnya tingkat kesuburan kaum pria di Eropa Barat.

    Ruam popok misalnya meningkat drastis dari 7,1% menjadi 61% dengan bertambahnya penggunaan disposable diaper menurut sebuah review  studi yang dilakukan Proctor and Gambles (The Landbank Consultancy Ltd, 1991). Anda bisa bayangkan keuntungan yang dimiliki pabrik pembuat krim anti ruam popok :-).

 

Seputar Clodi

Minimal Price: 0.00